Kota Tangerang, Nasionalklik.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang terus memperkuat kesiap siagaan dalam menghadapi potensi bencana salah satu langkah terbaru yang dilakukkan adalah membangun jaringan komunikasi internal berbasis Radio Rigging (RIG) bisa di bilang Radio Trans Super tetap dan Handy Talkie (HT) berbasis untuk mempercepat koordinasi serta distribusi informasi respons darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan bahwa, penggunan Radio Rig ini di yakini menjadi solusi efektif terutama ketika jaringan telekomunikasi umum mengalami gangguan saat terjadi bencana.
“kita memahami betul bahwa komunikasi yang cukup intents berkualitas cepat memang sangat di butuhkan dalam konteks penanganan bagi keadaan darurat atau non darurat bersama teman- teman yang sudah terpasang di seluruh Unit Pelaksana Teknisi (UPT) Wilayah Kota tangerang tapi, beberapa waktu belakangan ini masih kurang di fungsikan karena ada beberapa kendala, “ucapnya pada Hari Jum’at 10/10/2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menjelaskan bahwa, jaringan komunikasi internal ini akan menghubungkan empat UPT yaitu Periuk, Cibodas, Ceper, dan Ciledug. Selain itu, sistem juga diperluas hingga ke empat pos siaga di Benda, Keroncong, Pinang, dan Belendung. Dengan cakupan tersebut, seluruh laporan kondisi lapangan bisa diterima lebih cepat dan tindak lanjut dapat segera dilakukan.

“Radio RIG ini menjadi backbone komunikasi darurat kami dan kendala perangkat ini sangat dibutuhkan dalam situasi darurat, seperti banjir, kebakaran, atau bencana lain yang kerap melanda Kota Tangerang serta kecepatan informasi dengan sistem ini kami bisa memastikan koordinasi antar tim berjalan lancar meskipun dalam kondisi darurat sekalipun, ”jelasnya Mahdiar.
masih di tempat yang sama mahdiar juga menegaskan bahwa, Pembangunan jaringan komunikasi radio ini akan terus disempurnakan terlebih Command Center untuk menyiapkan respons cepat kebencanaan
“jadi dengan perbaikan yang ada maka komunikasi kepada upt- upt di wilayah cukup lancar pastinya dari teman- teman juga memberi masukan informasi yang saling input secara cepat tindak proses saat dalam perjalanan membutuhkan konsen penanganan, pastinya memangkas waktu komunikasi lebih efektif saling monitor seperti untuk tambahan unit tempur secara cepat di kerahkan, “tegasnya Mahdiar.
mahdiar mengharapkan untuk ke depannya sistem serupa ini juga bisa terhubung dengan instansi lain, seperti PMI, TNI, Polri, serta relawan kebencanaan, sehingga penanganan darurat dapat dilakukan lebih cepat, terpadu, dan efektif.
“Pastinya ini juga terkait dengan project perubahan saya di BPBD Kota Tangerang ini sendiri mulai dari Command Center yang besok kita akan wujudkan lalu kita juga bisa melihat secara direct pergerakan temen- temen termasuk juga bagaimana mengelola data- data yang ada dari kejadian- kejadian itu insya allah akan dirapihkan sehingga kedepannya terpantau dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat akan lebih baik lagi. “tutupnya Mahdiar.
(M.Ramdhani)









